|
N0
|
MENDENGARKAN
|
BERBICARA
|
MEMBACA
|
MENULIS
|
|
1
|
Mendengarkan cerita wayang Pandawa Lima
|
Menceritakan gambar
Melantunkan tembang dolanan
|
Membaca cerita wayang
Membaca cerita rakyat
Membaca huruf jawa nglegena
Membaca huruf jawa menggunakan
sandangan
|
1. Menulis
huruf jawa nglegena.
2. Menulis
huruf jawa menggunakan sandangan.
3. Menulis
tembung rangkep/ saroja.
4. Tembung
lingga / andhahan.
5. Menyebutkan
arane wewangunan, kewan, goodhong, kembang, pentil.
6. Ngudal
ukara
|
Mendengarkan :
MENGENAL KELUARGA PENDAWA DAN KORAWA
Prabu Pandhu dewanata adalah raja di Ngastina pura, dia mempunyai
kelainan fiisik yaitu kepalanya tengeng.
Ia mempunyai kakak yang juga cacat fisik
yakni Destrarasta yang tidak bisa melihat.
Pandhu mempunyai dua isteri
yaitu : Dewi kunthi dan Dewi Madrim.
Destrarasta mempunyai seorang isteri yaitu Dewi Gendari. Dewi kunthi berputra
tiga . Namanya secara berurutan dari yang tertua : Yudistira, Bima, Arjuna
sedang Dewi Madrim berputra kembar yakni Pingsen dan Tangsen.Sedangkan Dewi
Madrim mempunyai anak 100, terdiri dari 99 laki-laki dan 1 perempuan.
Anaknya Pandhu disebut Pendhawa
lima, sementara anaknya Destrarastra
disebut korawa satus.
Ketika isteri Pandu melahirkan
anak yang ajaib adalah bayi Bimo, bayi itu lahir terbungkus ari-arinya sendiri
sehingga disebut bayi wungkus ( seperti bola). Segala upaya dokter dikerahkan
untuk mengoperasi jabang bayi tersebut namun tasatupun berhasil. Bahkan seluruh
alat yang dipakai untuk mengupayakan terwujudnya bayi malah hiang lenyap
menyatu dengan badan bayi. Sehingga Bimo semakin sakti mandrguna.
Untuk dapat menyempurnakan badan Bimo maka keluarga
pendawa membuang bayi Bima ke tempat yang bernama kuburan Gandamayit. Di hutan
itulah bayi Bima bertemu dengan gajah yang bernama Sena, maka oleh Sena bayi
tersebut diinjak dan pecahlah ari-ari pembungkus tersebut.
Sehingga nama Bima juga sering disebut Sena
atau Bratasena.
BERBICARA
Menceritakan gambar artinya,
Kita mendiskripsikan sebuah gambar
kemudian kita menulis sebuah serita sesuai dengan wujud, bentuk dan keberadaan
gambar tersebut
Misalnya :
MEMBACA
BACALAH CERITA WAYANG DI BAWAH INI
PRABU PANDU
Pandu (Sanskerta: पाण्डु; dieja Pāṇḍu) adalah nama salah satu tokoh
dalam wiracarita Mahabharata,
ayah dari para Pandawa. Pandu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara,
yaitu Dretarasta yang sebenarnya merupakan pewaris dari Kerajaan Kuru
dengan pusat pemerintahan di Hastinapura,
tetapi karena buta maka tahta diserahkan kepada Pandu dan Widura, yang tidak memiliki
ilmu kesaktian apapun tetapi memiliki ilmu kebijaksanaan yang luar biasa
terutama bidang ketatanegaraan.Pandu memiliki dua orang istri, yaitu Kunti dan Madri. Sebenarnya Pandu Dewanata tidak bisa mempunyai anak karena dikutuk oleh seorang resi, karena pada saat resi tersebut menyamar menjadi kijang untuk bercinta, Pandu memanah hingga resi itu tewas. Kedua istri Pandu Dewanata mengandung dengan cara meminta kepada Dewa. Pandu Dewanata akhirnya tewas karena kutukan yang ditimpa kepadanya, dan Madri menyusul suaminya dengan membakar dirinya.
BACALAH CERIITA RAKYAT DI BAWAH INI
TERJADINYYA RAWA PENING
Sebagai jelmaan siluman naga, Jaka Pening berusaha menjadi
orang terkuat di padepokan ilmu bela diri tempatnya belajar. Pada sat
kesempatan, muncul seorang pengusaha yang datang kesana untuk mencari kepala
keamanan pabrik.
Sayangnya meski sangat berambisi dan begitu ingin supaya jabatan itu menjadi miliknya, Jaka Pening ternyata tidak dipilih oleh sang pengusaha dengan alasan tidak pantas. Hal itu tidak lain karena sikap pria itu yang keras dan suka berkelahi.
Kekecewaan membuat Jaka Pening melampiaskannya pada sang guru, yang karena murka akhirnya mengutuk pria itu menjadi pisau dapur. Namun setelah berubah, pisau dapur itu malah menancapkan diri di dada sang guru hingga tewas.
Sebelum ajal menjemput, sang guru menitipkan pisau ke Ki Wonoboyo. Meminjamkan pisau tersebut ke seorang gadis cantik bernama Sari, pantangan yang dilanggar membuat Sari hamil. Karena merasa ikut bertanggungjawab, Ki Wonoboyo memutuskan untuk menikahi gadis itu.
Saat melahirkan, Sari terkejut saat mendapati bayinya tidak berwujud manusia melainkan seekor naga. Untungnya setelah darah yang berlumur di sekitar bayi naga dibersihkan, sosoknya berubah menjadi bayi manusia yang gagah. Akhirnya bayi itu diberi nama Lanang.
Tumbuh sehat, Lanang tidak menyukai masa kanak-kanaknya yang tidak memiliki teman. Untungnya ada Ki Jaran Tirto yang memperkenalkannya dengan Sekar, sehingga Lanang kembali jadi anak yang ceria dan penuh semangat.
Setelah dewasa, hubungan Lanang dan Sekar tidak disetujui oleh Sondong kakak sang gadis. Bahkan, dengan tega Sondong membuka sosok Lanang sebagai siluman naga sehingga hubungannya dengan Sekar berakhir.
Atas perintah sang ibu, naga raksasa jelmaan Lanang pergi ke Kali Progo untuk mencari Ki Wonoboyo sang ayah. Bisa ditebak, Lanang akhirnya tahu tentang asal-usulnya termasuk soal sang ayah yang dikutuk menjadi pisau dapur.
Dalam keadaan marah, Lanang mencabut lidi yang semula ditancapkannya ke tanah. Dari dalam tanah, langsung keluar air yang membuat sekitarnya menjadi rawa, yang oleh penduduk sekitar dikenal sebagai Rawa Pening.
Sayangnya meski sangat berambisi dan begitu ingin supaya jabatan itu menjadi miliknya, Jaka Pening ternyata tidak dipilih oleh sang pengusaha dengan alasan tidak pantas. Hal itu tidak lain karena sikap pria itu yang keras dan suka berkelahi.
Kekecewaan membuat Jaka Pening melampiaskannya pada sang guru, yang karena murka akhirnya mengutuk pria itu menjadi pisau dapur. Namun setelah berubah, pisau dapur itu malah menancapkan diri di dada sang guru hingga tewas.
Sebelum ajal menjemput, sang guru menitipkan pisau ke Ki Wonoboyo. Meminjamkan pisau tersebut ke seorang gadis cantik bernama Sari, pantangan yang dilanggar membuat Sari hamil. Karena merasa ikut bertanggungjawab, Ki Wonoboyo memutuskan untuk menikahi gadis itu.
Saat melahirkan, Sari terkejut saat mendapati bayinya tidak berwujud manusia melainkan seekor naga. Untungnya setelah darah yang berlumur di sekitar bayi naga dibersihkan, sosoknya berubah menjadi bayi manusia yang gagah. Akhirnya bayi itu diberi nama Lanang.
Tumbuh sehat, Lanang tidak menyukai masa kanak-kanaknya yang tidak memiliki teman. Untungnya ada Ki Jaran Tirto yang memperkenalkannya dengan Sekar, sehingga Lanang kembali jadi anak yang ceria dan penuh semangat.
Setelah dewasa, hubungan Lanang dan Sekar tidak disetujui oleh Sondong kakak sang gadis. Bahkan, dengan tega Sondong membuka sosok Lanang sebagai siluman naga sehingga hubungannya dengan Sekar berakhir.
Atas perintah sang ibu, naga raksasa jelmaan Lanang pergi ke Kali Progo untuk mencari Ki Wonoboyo sang ayah. Bisa ditebak, Lanang akhirnya tahu tentang asal-usulnya termasuk soal sang ayah yang dikutuk menjadi pisau dapur.
Dalam keadaan marah, Lanang mencabut lidi yang semula ditancapkannya ke tanah. Dari dalam tanah, langsung keluar air yang membuat sekitarnya menjadi rawa, yang oleh penduduk sekitar dikenal sebagai Rawa Pening.
1.
TULISAN
JAWA NGLEGENA ( Tanpa sandhangan )
|
a
ha
|
n
na
|
c
ca
|
r
ra
|
k
ka
|
|
f
da
|
t
ta
|
s
sa
|
w
wa
|
l
la
|
|
p
pa
|
d
dha
|
j
jA
|
y
YA
|
v
NYA
|
|
m
MA
|
g
GA
|
b
BA
|
q
THA
|
z
NGA
|
2.
Sandhangan :
Kelengkapan huruf jawa yang dipakai untuk
menulis supaya huruf jawa nglegena dapat berbunyi sesuai dengan bunyi vocal
maupun konsonanya.
a.
Sandhangan swara:
Sandhangan penulisan huruf jawa
yang merupakan perwujudkan huruf hidup ( a,u,e,0)
|
1
|
Suku
= u
|
…u
|
|
2
|
Wulu
= i
|
……i
|
|
3
|
Pepet
= e bunder
|
……e
|
|
4
|
Taling
= e mewek
|
[……
|
|
5
|
Taling
tarung= o
|
[……o
|
b.
Sandangan wiyanjana
|
N0
|
nama
|
lambang
|
wujud
|
|
1
|
Cakra
|
……..r BUKAN LAYAR
|
…]
|
|
2
|
K eret
|
……..Kre
|
……
}
|
c.
Sandangan panyigeg
|
no
|
Nama
|
Lambang
|
Wujud
|
|
1
|
Pangkon
|
…mati di akhir suku
|
……..\
|
|
2
|
wignyan
|
..mateni h
|
……..h
|
3. Tembung
Lingga: G
Tembung lingga
adalah : Kata yang belum
berubah.
Perubahan kata
disebabkan oleh adanya penambahan imbuhan.
Imbuhan di depan
: Ater – ater
Ater- ater
jumlahnya ada 6 namun untuk kelas IV hanya salah satu yang akan di bahas yaitu
: Ater- ater dak; ko ; di
Dak = pengganti orang pertama.
Dak +
pangan = dakpangan
= aku makan
Dak +
sowek = daksowek = aku sobek.
Imbuhan di
tengah :
Selelan
Seselan di
tengah ada :
In, um, l, dan r
Misal : tugel
+ in =
tinugel sebar +
um = Sumebar
Sigar
+ in = sinigar teka +
um = tumeka
Kelip
+ r = kerelip Siwer +
l = Sliwer
Imbuhan di belakang :
Penambang
Penambang
banyak juga macamnya, antar lain :
a.
Ku,mu,e
Sepatuku,sepatumu,sepatune
b.
An
Pangan = panganan
c.
I
Suwek + I =
suweki
Gawa + I =
suweki
d.
A,ana,na,en
Jupuk : Jupuka
; jupukana ; jupukna; jupuken
4.
Tembung andahan:
Tembung
kang wis owah amarga oleh ater-ater ;
seselan; penambang
Conto:
|
no
|
Tembung lingga
Kata dasar
|
Tembung andahan
Kata perubahan
|
ketrangan
|
|
1
|
tulis
|
tulisan
|
Tulis
+ an
|
|
2
|
laku
|
mlaku
|
M
+ laku
|
|
3
|
sapu
|
nyapu
|
An
+ sapu
|
|
4
|
pangan
|
Dak pangan
|
Dak
+ pangan
|
5.
Tembung rangkep:
Tembung rangkep termasah salah satu tembung
andhan dalam bahasa indobesia artinya
kata ulang. ( Kata yang ditulis berulang biasanya dua kali )
Conto
: mlaku – mlaku
Macam – macam tembung rangkep:
a.
Tembung rangkep
dwilingga ( kata ulang utuh )
1.
Mlaku-mlaku 4.
Adik-adik
2.
Ibu – ibu 5.
Simbah - simbah
3.
Bapak-bapak
b.
Tembung rangkep
dwilingga salin swara ( kata ulang berubah bunyi)
1.
Bola-bali
2.
Wira-wiri
3.
Gonta - ganti
c.
Tembung dwilingga semu
1.
Arem – arem
( jenenge panganan )
2.
Andheng – andheng (
tahi lalat )
3.
Ondhe – onde
4.
Undur - undur
6.
Tembung saroja:
Yaitu
dua kata yang hampir sama artinya
Conto
:
1.
Ayem
tentrem
2.
Arum wangi
3.
Jabang bayi
4.
Malang megung
7.
Arane wewangunan :
Weweangunan adalah bangunan – bangunan yang
sengaja dibuat oleh manusia untuk
keperluan sesuatu .
Macam – macam wewangunan :
a.
Candi
b.
Kerajaan
c.
Monument
d.
Bandara
e.
Greja
f.
Mesjid
g.
Wihara
h.
klenteng
8.
Arane papan:
|
N0
|
Jenenge papan
|
Tegese
|
|
1
|
Pagupon
|
Omah
dara
|
|
2
|
Krangkeng
|
Omah kewan galak ( macan )
|
|
3
|
Padaringan
|
Wadah beras
|
|
4
|
Susuh
|
Omah manuk
|
|
5
|
Tala
|
Omah tawon
|
|
6
|
Celengan
|
Papan nyelengi duit
|
|
7
|
Bangsal
|
Papan kanggo pesta ( aula )
|
|
8
|
Jun
|
Wadah banyu ( klenthing untuk ambil air dari sumber )
|
|
9
|
Esong
|
Omah / rong kewan landak
|
|
0
|
bong
|
Kuburan cina
|
9.
Arane kewan:
Kewan
= binatang,
Anak – anak diharapka dapat mengerti nama
anak – anak dari beberapa jenis hewan
tersebut.
|
no
|
Nama hewan
|
Nama anak
|
no
|
Nama hewan
|
Nama anak
|
|
1
|
Sapi
|
Ped
het
|
7
|
Cecak
|
Sawiyah
|
|
2
|
Wedhus
|
Cem
pe
|
8
|
Tekek
|
Celolo
|
|
3
|
Kucing
|
Ce
meng
|
9
|
Tikus
|
Cindil
|
|
4
|
Segawon/ asu
|
Ki
rik
|
0
|
Jaran
|
Belo
|
|
5
|
Ayam
|
Kut
huk
|
1
|
Gajah
|
Ble dug
|
|
6
|
bebek
|
Me
ri
|
2
|
babi
|
gembluk
|
10.
Arane kembang:
|
no
|
Nama tumbuhan
|
Nama kembang
|
no
|
Nama tumbuhan
|
Nama kembang
|
|
1
|
Pisang
|
Tuntut
|
7
|
Jengkol
|
Kecuis
|
|
2
|
Duren
|
Dlongop
|
8
|
mlinjo
|
Uceng
|
|
3
|
Sukun
|
Ontel
|
9
|
Lombok
|
Menik
|
|
4
|
Jambu
|
Karuk
|
0
|
Nangka
|
Angkup
|
|
5
|
jagung
|
Sinuwun
|
1
|
Salak
|
Ke the
ker
|
|
6
|
pete
|
pendul
|
2
|
kacang
|
besengut
|
11.
Arane
Penthil / Nama bebijian
- Pentil asem : cempaluk
- Pentil duren : belem
- Pentil jagung : janten
- Pentil jambe : bleber
- Pentil jambu : karuk
- Pentil kacang : besengut
- Pentil krambil : bluluk, cengkir, degan
- Pentil kweni, pakel : gendheyo
- Pentil Lombok : cangar Pentil manggis : blibar
- Pentil nangka : babal, gori
- Pentil pelem : pencit
- Pentil pete : pendul
- Pentil randhu : plencing
- Pentil semangka : plonco
- Pentil so / mlinjo : krot
12.
Arane
woh / Nama buah
- Woh aren : Kolang – kaling
- Woh bengkowang : Besusu
- Woh cengkeh : Polong
- Woh dhadhap : blendhung
- Woh gebang : kranding
- Woh gembili : katak
- Woh jambe : jebung
- Woh jati : janggleng
- Woh kanthil : gandhek
- Woh kelor : klenthang
- Woh kesambi : kecacil
- Woh kluwek : pocung
- Woh pandhan eri : Pandhaga
- Woh so : Mlinjo
- Woh tal : siwalan
- Woh turi : Klenthang
- Woh uwi : katak
- Woh widara putih : anyang
13.
Arane
isi / Nama biji buah
- Isi asem : klungsu
- Isi cipir : botor
- Isi duren : pongge
- Isi jambe : jebug
- Isi jambu : jebug
- Isi jati : janggleng
- Isi kapas : wuku
- Isi kates : trempos
- Isi kesambi : kecacil
- Isi kluwek : pocung
- Isi kluwih : bethem
- Isi krambil : kenthos
- Isi mlinjo : klathak
- Isi nangka : beton
- Isi pelem : pelok
- Isi randu : klentheng
- Isi salak : kenthos
- Isi sawo : kecik
- Isi semangka : kuwaci
14.
Basa Krama
Sands Casino & Hotel | Las Vegas, NV
BalasHapusLocated in kadangpintar Las septcasino Vegas Strip, Sands Casino & Hotel is a 제왕 카지노 luxury hotel and casino located in Las Vegas, Nevada. The resort features over 3,000 rooms and suites,