Sabtu, 05 Oktober 2013

kisi - kisi penulisan soal kelas VI



1. setelah membaca bacaan siswa dapat menemukan jawaban dari pertanyaan kata tanya Apa
2.  menjawab pertanyaaan kata tanya Bagaimana
3.  menjawab pertanyaaan kata tanya Dimana
4.  menjawab pertanyaaan kata tanya
5.  siswa menemukan  Latar tempat cerita
6.  Siswa menemukan watak tokoh
7.  Siswa dapat menemukan Amanat dari cerita
8.  Siswa daapat menentukan topik sebuah laporan
9.  siswa dapat melengkapi form pendaftaran
10. Siswa dapat menentukan sinonim sebuah kata.  
11. Siswa dapat menemukan antonim sebuah kata.
12. Siswa dapat menuliskan kalimat sesuai dengan tata bahasa.
13. Siswa dapat menentukan tanda baca yang tepat.  
14. Siswa dapat menentukan sebuah kalimat yang isinya kekecewaan. 
15. Siswa dapat menentukan Ringkasan yang tepat sesuai dengan paragraf
16. – 20 disajikan ilustrasi  siswa dapat melengkapi formulir.
21.  Siswa dapat menemukan sinonim sebuah kata. 
22.  Siswa dapat menemukan kata antonim.
23. Siswa dapat menentukan  Latar waktu dari cerita
24.    Siswa dapat menemukan watak seorang tokoh Dalam cerita
25.  Siswa dapat membetulkan kata  yang salah dalam kalimat. 
26. Siswa dapat menemukan pesan sebuah rubrik.
27. Siswa du kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk
28. Siswa dapar menulis akronim gelar.
29. membuat kalimat berdasarkan ilustrasi.
30. siswa dapat menentukan paragraf.




Kisi - kisi penulisan soal BHS Indonesia kelas IV

Kisi – kisi penulisan soal Bhs Indonesia ke las  IV
  1. 1.      Siswa dapat menemukan jawaban akan kata tanya apa dalam suatu bacaan non sastra.
  2. 2.      Siswa dapat menemukan pokok pikiran dari suatu paragraf.
  3. 3.      Siswa dapat menemukan pokok pikiran dari suatu paragraf
  4. 4.      Menemukan sumber pengambilan sebuah bacaan.
  5. 5.      Menyebutkan judul sebuah bacaan.
  6. 6.      Dengan membaca teks surat siswa dapat menemukan nama penulis surat.
  7. 7.      Dengan membaca teks surat siswa dapat menemukan tujuan surat dikirim.
  8. 8.      Dengan membaca teks surat siswa dapat menemukan isi surat.
  9. 9.      Siswa dapat membaca  denah perjalanan.
  10. 10.  Disajikan denah tempat siswa dapat menemukan letak suatu tempat.
  11. 11.  Disajikan denah tempat siswa dapat menemukan letak suatu tempat.
  12. 12.  Disajikan denah tempat siswa dapat menemukan letak suatu tempat
  13. 13.  -15 siswa dapat membaca petunjuk obat.
  14. 14.  We
  15. 15.  We
  16. 16.  Sampai  17 melengkapi cerita rumpang
  17. 17.  We
  18. 18.  Menjelaskan arti tanda rambu lalulintas  menuju ke.
  19. 19.  Dapat menyimpulkan  teks percakapan.
  20. 20.  Siswa dapat menentukan cara menggunakan suatu alat.
  21. 21.  Siswa dapat  menyebutkan tujuan menggunakan denah.
  22. 22.  Siswa dapat mmenjelaskan arti indikasi dalam petunjuk obat,
  23. 23.  Siswa dapat  dapat menyebutkan nama alat yang  dibuat dari bambu untuk trsanfortasi air
  24. 24.  Siswa dapat menjelaskan bagian bagian surat.
  25. 25.  Siswa dapat menulis tempat tanggal surat dengan benar.
  26. 26.  Menjelaskan  gambar denah dengan benar.
  27. 27.  Siswa dapat  mendiskripsikan gambar
  28. 28.  – 29 siswa dapat menjelaskan makna lambang
  29. 29.  We
  30. 30.  Siswa dapat melengkapi cerita rumpang.

kisi - kisi penulisan soal bhs indonesia kelas V

         KISI – KISI  BHS INDONESIA  KELAS V

  1. 1.      Menemukan Jawaban yang tepat untuk menjawab kata tanya apa pada bacaan
  2. 2.      Menemukan jawaban Mengapa ,
  3. 3.      Menemukan jawaban Di mana
  4. 4.      Menemukan Jawaban yang tepat  pertanyaan dengan kata tanya bagaimana adalah....
  5. 5.      Siswa dapat menemukan Gagasan utama pada bacaan
  6. 6.      Siswa menemukan Latar tempat yang digambarkan dalam penggalan cerita
  7. 7.      Siswa dapat menjelaskan Watak dari salah satu tokoh 
  8. 8.      Siswa dapat menemukan sebuah Topik laporan yang di sampaikan
  9. 9.      Siswa  dapat menemukan  unsur instrinsik puisi
  10. 10.  Siswa dapat melengkapi Isi pantun
  11. 11.  Siswa dapat menemukan Rima yang tepat untuk melengkapi pantun
  12. 12.  Siswa dapat menemukan Kalimat yang tepat untuk melengkapi percakapan .
  13. 13.    Siswa menemukan Kalimat yang tepat untuk mengisi formulir
  14. 14.  Siswa dapat menggabungkan dua kalimat
  15. 15.  Siswa dapat  mengurutkan kalimat acaak.
  16. 16.  Siswa dapat menemukan sinonim sebuah kata.
  17. 17.   Siswa dapat menemeukan urutan cerita yang tepat
  18. 18.  Siswa dapat menemukan maksud dari suatu paragraf
  19. 19.  Siswa dapat melengkapi kalimat pengumuman yang dirumpangkan
  20. 20.  Siswa dapat menemukan maksud sebuah kartu undangan   
  21. 21.  Siswa dapat menemukan Tujuan dari pada pemmbuatan iklan
  22. 22.  Siswa dapat menentukan jenis bahasa yang dipakai dalam pembuatan iklan.
  23. 23.  Siswa menemukan jenias iklan yang dipakai dalam majalah.
  24. 24.  Siswa dapat menentukan jenis – jenis Bagian surat
  25. 25.  Siswa dapat menemukan istilah Mengubah puisi menjadi prosa
  26. 26.  Membuat kalimat  tanya untuk memwawancari seorang tukang sayur
  27. 27.  Menjelaskan  arti  kalimat  majemuk!
  28. 28.  Menyebutkan contoh  kalimat majemuk!
  29. 29.   Siswa dapat membuat surat

Kamis, 03 Oktober 2013

NOMOR GUDEP SEKOLAHKU

Sembilan tahun kami menanti, sejak berdirinya sekolah kami SD Marsudirini ( BSB ) tahun 2004, selama itu pula keikutsertaan sekolah kami baik secara intern maupun eksteren khususnya dalam hal kepramukaan sudah kami jalanni. namun selama ini pula kami belum mempunyai  nomor Gugus Depan yang bagi kami sebagai bukti bahwa secara resmi kami telah diakui dalam struktur kepramukaan.

Dalam tahun pelajaran 2013 ini kami SD Marsudirini ( BSB ) boleh berbangga karena NO 015-091  / 015-092  telah menjadi hak milik kami,'  kesempatan yang baik ini terlaksana hari Sabtu 28 September 2013 dengan dikukuhkannya nomor GUDEP kami oleh  Ka Ranting  Kec Mijen  Bapak Drs Musduqi   bersama staf.
Kegiatan ini dibarengai dengan kemah penggalangari mulai dari hari Kamis 26 September 2013  dan berakhir hari Sabtu 28  September 2013.

mari kita hasil  jepretan kameradi bawah ini:






































Senin, 26 Agustus 2013

MATERI BHS JAWA KLS V THN 2013/2014

NO
MENDENGARKAN
BERBICARA
MEMBACA
MENULIS

Mendengarkan cerita tokoh wayang Pandawa
Menyampaikan tanggapan / pesan
1.   Membaca kalimat  berhuruf jawa menggunakan sandangan
2.   Membaca tehnik ( pidato, dialog)
1.       Menulis huruf jawa
2.       Menulis dengan sandangan panyigeg.
3.       Membuat surat pribadi
4.       Tata tembung/ukara
5.       Tembung sarojo
                               
1.       ASPEK MENDENGARKAN
a.       Anggota keluarga Pandawa
Ayah  :  Pandu Dewanata
Ibu     : Dewi  Kunthi
             Dewi Madrim
Anak  : 
·         Yudistita  =  Punta Dewa
·         Bima              = Wrekudara
·         Arjuna          = Janaka
·         Pinsen          = Nakula
·         Tangsen       = Sadewa
b.      Cerita  Keluarga Pandawa.
Prabu Pandhu dewanata  adalah raja di Ngastina pura, dia mempunyai kelainan fiisik yaitu  kepalanya tengeng. Ia mempunyai kakak  yang juga cacat fisik yakni  Destrarasta  yang tidak bisa melihat.
Pandhu mempunyai dua isteri yaitu  : Dewi kunthi dan Dewi Madrim. Destrarasta mempunyai seorang isteri yaitu Dewi Gendari. Dewi kunthi berputra tiga . Namanya secara berurutan dari yang tertua : Yudistira, Bima, Arjuna sedang Dewi Madrim  berputra kembar  yakni Pingsen dan Tangsen.Sedangkan Dewi Madrim mempunyai anak 100, terdiri dari 99 laki-laki dan 1 perempuan.
Anaknya Pandhu disebut Pendhawa lima, sementara anaknya Destrarastra   disebut korawa satus.
Ketika isteri Pandu melahirkan anak yang ajaib adalah bayi Bimo, bayi itu lahir terbungkus ari-arinya sendiri sehingga disebut bayi wungkus ( seperti bola). Segala upaya dokter dikerahkan untuk mengoperasi jabang bayi tersebut namun tasatupun berhasil. Bahkan seluruh alat yang dipakai untuk mengupayakan terwujudnya bayi malah hiang lenyap menyatu dengan badan bayi. Sehingga Bimo semakin sakti mandrguna.
Untuk dapat  menyempurnakan badan Bimo maka keluarga pendawa membuang bayi Bima ke tempat yang bernama kuburan Gandamayit. Di hutan itulah bayi Bima bertemu dengan gajah yang bernama Sena, maka oleh Sena bayi tersebut diinjak dan pecahlah ari-ari pembungkus tersebut.
Sehingga  nama Bima juga sering disebut  Sena  atau Bratasena.

2.       ASPEK BERBICARA  ( Sama dengan Materi Bhs Indonesia )
Menanggapi masalah dengan menggunakan bahasa yang runtut dan sopan
Persoalan – persoalan yang sering dihadapi anak – anak saat ini sangat beragam.  Meskipun demikian hendaknya kita bisa membedakan mana yang harus kita hindari maupun yang bisa kita jalankan.

Berikan Saran dan tanggapan terhadap maslah – masalah yang muncul di bawah ini :
NO
MASALAH
SARAN
ALASAN
1
Koboi junior sering mencontek Grace, bila tidak diberi ia akan marah.


2
Agus sering terlambat ke sekolah, katanya ia tidak bisa bangun pagi


3
Devon sering membuat gaduh di kelas, sehingga teman – temannya merasa jengkel.



3.       ASPEK MEMBACA

4.       ASPEK MENULIS

A.      HURUF JAWA NGELEGENA
HA
a
NA
n
CA
c
RA
r
KA
k
DA
f
TA
t
SA
s
WA
w
LA
l
PA
p
DHA
d
JA
j
YA
y
NYA
v
MA
m
GA
g
BA
b
THA
q
NGA
z

B.      SANDAHANGAN
1.       Sandhangan swara
Wulu
……i

Pada lungsi
…….

pepet
…….e

Pada pangkat
……

Suku
…..u

Cakra  ra
]

Taling
[

Cakra  keret
…..}

Taling tarung
[ o

Cakra la
….L

Layar
…../

Cakra  wa
……W

Cecak
……=

Pengkal
…..-

Wignyan
…..h

Pa cerek
……x

Pangkon
……\

Nga lelet
……

Pada lingsa
…..,

Adeg - adeg
……





2.       Penggunaan sandhangan swara:
a.          WULU
1.       Rini       =
2.       lili          =
3.       tiwi     =
b.         SUKU
1.       Turu   =
2.       Gulu  =
3.       Buku =
c.          TALING
1.       Tere   =
2.       Lele   =
3.       Kere  =
d.         TALING TARUNG
1.       Toro  =
2.       Lolo  =
3.       Coro  =
e.         PEPET
1.       Gete  =
2.       Lemu  =
3.       Reca   =

3.       Penggunaan Sandhangan panyigeg
a.       LAYAR
1.       Sudar    =
2.       Bubar    =
3.       Sumur   =
b.      WIGNYAN
1.       Suluh     =
2.       Butuh    =
3.       Rubuh   =

c.       CECAK
1.       Sarung  =
2.       Burung =
3.       Bokong =
C.      PASANGAN
Pasangan adalah  : huruf jawa yang dipakai untuk menulis suku kata yang mati.
Huruf mati dalam penulisan huruf jawa adalah :
1.       Huruf konsonan yang tidak diikuti vocal dalam pemisahan suku
Misalnya  : 
a.       Sulak              =  su  - la  - k      :  K   mati tetapi letaknya di belakang
b.      Sapta             =  sa  -  p  -  ta    :  P   mati tetapi di tengah huruf.
c.       Bila huruf mati terletak diakhir  suku  dan tidak ada kalimat berikutnya maka penulisannya  pakai sandangan pangkon.
Misalnya :
1.       Sulak    =  su  - la  - k   =  su  l  k\
2.       Bapak =   b a  -  pa  - k     =  b  p   k\
d.      Bila huruf mati  di tengah suku  maka penulisannya memakai pasangan.
Penulisan pasangan   ditulis di bawah huruf, namun ada yang ditulis  disamping.
        Yang ditulis disamping  adalah : Pasangan  ha   sa   pa
        Yang ditulis di bawah huruf matinya adalah selain  Ha  Sa  Pa
2.       Hati – hati  huruf  h, r, ng, ny.
Huruf  ini   penulisannya  tidak menggunakan pasangan, melainkan memakai sandhangan.


Pasangan yang pertama akan dipelajari adalah : Pasangan utuh.
Yang termasuk pasangan utuh adalah pasangan yang penulisannya sama presis dengan huruf dentawiyanjana nglegena.

Misalnya :
Ra                                   = r
Ya                                   = y
Ga                                  = g
Nga                                = z
1.       Bu lik rani             = bu    -  li      -  k      -  ni   =  bu   li   kR  ni
                                                       ra
2.       Bu lik  yati            = bu   -   li      -  k     -  ti      = bu     li        kY   ti
                                                       ya
3.       Pitik  galak            = pi   -   ti      - k  - la - k    = pi         tiG    lk\
           Ga

4.       Ngajak  ngalor   = nga  -  ja    -  k  –lo –r    =z  j  kZ [l/o  
                                                      Nga


D.      NULIS LAYANG
1.       Surat yang baik mempunyai cirri – cirri :
a.       Bahasane runtut  ( alur bahasa tertata rapi )
b.      Ngajeni                        ( memiliki rasa hormat bagi yang dikirimi surat )
c.       Tata tulise bener      ( susunan tata bahasanya benar )
2.       Bagian – bagian surat :
a.       Titi mangsa                     ( Tempat dan tanggal surat ditulis )
b.      Satata basa                 ( Yang dituju dalam surat dan ditulis didalam bagian surat )
c.       Adangiyah                   (  salam pembuka dalam surat )
d.      Purwaka basa            ( kalimat Pembuka layang )
e.      Surasa basa                                ( isi dari layang)
f.        Wasana basa              ( kalimat penutuplayang )
g.       Peprenahan               ( nama penulis dalam hubungan kekeluargaan yang dikirim
                                    surat )
h.      Tanda tangan
i.         Nama terang

E.       TATA TEMBUNG lan TATA UKARA
1.       Tembung Lingga:
Tembung lingga adalah  : Kata   yang belum  berubah.
Perubahan kata disebabkan oleh adanya penambahan imbuhan.
Imbuhan  di depan   :  Ater – ater 
Ater- ater jumlahnya ada 6 namun untuk kelas IV hanya salah satu yang akan di bahas yaitu : Ater- ater  dak; ko ; di
Dak  = pengganti orang pertama. 
             Dak    +  pangan   =  dakpangan     = aku makan
             Dak    +  sowek     = daksowek        = aku sobek.
Imbuhan di tengah  :  Selelan 
Seselan di tengah   ada   :   In, um, l,  dan r
                Misal                     :  tugel   +  in       = tinugel                              sebar   +  um   =  Sumebar
                                                   Sigar   +  in       = sinigar                                teka     +  um   =  tumeka
                                                  Kelip  +  r            = kerelip                              Siwer  +    l     =   Sliwer
                                                 
Imbuhan di belakang  :  Penambang
Penambang  banyak juga macamnya, antar lain :
a.       Ku,mu,e
Sepatuku,sepatumu,sepatune
b.      An
Pangan  = panganan
c.       I
Suwek  + I   =  suweki
Gawa    + I   =  suweki
d.      A,ana,na,en
Jupuk    :  Jupuka   ;  jupukana ; jupukna; jupuken

2.       Tembung andahan:
Tembung  kang wis owah amarga oleh ater-ater ;  seselan;  penambang
Conto:
no
Tembung lingga
Kata dasar
Tembung andahan
Kata perubahan
ketrangan
1
tulis
tulisan
Tulis  +  an
2
laku
mlaku
M       +  laku
3
sapu
nyapu
An   +  sapu
4
pangan
Dak pangan
Dak   +  pangan

F.       TEMBUNG SAROJ A
Tembung saroja yaitu tembung rangkep kang tegese  meh pada.( dua kata  yang mempunyai arti sama )
Contone :                                    
a.       Sato kewan                                        = bermacam – macam hewan
b.      Tangga teparo                                   = tetangga
c.       Welas asih                                           = belas kasih
d.      Adap asor                                            = rendah hati

e.      Ayemtentrem                                   = senang bahagia